Di Ruang Lab Bahasa Mutiara Persada International School, Ms. Indriyani mendekati Dhania yang tengah menunduk, air mata jatuh di buku catatannya. Tanti dan Lukito berdiri kikuk di dekatnya.
Di Ruang Lab Bahasa Mutiara Persada International School, Ms. Indriyani mendekati Dhania yang tengah menunduk, air mata jatuh di buku catatannya. Tanti dan Lukito berdiri kikuk di dekatnya.
Berita Terkait
Headlines
Kategori: CERITA
Bimbingan Kharakter
Pola Penghindaran Konsekuensi
Di Lab Bahasa Mutiara Persada International School, Ms Indriyani memandang tiga siswanya, Dhania, Tanti, dan Lukito. Pecahan vas bunga tergeletak di meja. Tanpa sengaja, Lukito menyenggolnya, dan vas itu pecah.
Wejangan Hidup
Bukan Sekadar Tangisan
Di Mutiara Persada International School, Ruangan Perpustakaan hening. Ms Indriyani bersama tiga siswanya duduk di sana, tenang, membaca.

Wejangan Hidup: Kecilkan Otak, Besarkan Hati dan Belajar Menerima Kritik
Siang itu, Lab Bahasa Mutiara Persada Inernational School tampak lengang. Di pojok, Lukito duduk dengan tampang sedih. Jabatan Ketua OSIS baru saja ia lepaskan.
Character Building:
Menanamkan Integritas, Mengembangkan Kejujuran
Di Ruang Diskusi Mutiara Persada International School sore itu temaram. Sinar jingga mentari menerangi meja dengan empat kursi di mana Ms Indriyani, dipanggil Ms. Indri duduk bersama tiga siswanya: Dhania, Tanti, dan Lukito.
Wejangan Hidup:
Bahasa adalah Sidik Jari Kepribadian dan Cermin Diri
Ruang Lab Bahasa terasa sejuk dan nyaman. Empat orang duduk melingkar di karpet putih.
Sabar Subur, Sebar Bubar: Wejangan Bijak Lawan Fitnah di Sekolah
Ms. Indriyani duduk di depan Dhania, Tanti, dan Lukito, yang tampak masih panas setelah kejadian siang tadi: munculnya story yang menuduh Dhania “sok suci” yang menyebar cepat.
Wisata Kuliner Nusantara: Makna Rasa dalam Locavora
Di dapur, dengan aroma bumbu yang padat, Mak Bhe lagi menumbuk cabai saat Yuli dan Ali masuk.
Wejangan Hidup:
Setiti, ngati-ati, nganggo ati, jo korupsi
Di Mutiara Persada International School, lab bahasa, Ms. Indriyani berdiri di depan papan tulis interaktif, tersenyum melihat tiga siswanya, Dhania, Tanti, dan Lukito, yang baru saja selesai presentasi tentang etika kepemimpinan.
Rasa Ingin dan Tahu Cukup: Kunci Hidup Seimbang
Orang yang merasa cukup takkan serakah, hingga terhindar dari perilaku memalukan atau mencoreng martabat.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.






