Perjalanan Eva Kurniaty di Rotary: Dari Pemimpin Bisnis Menjadi Tokoh Kemanusiaan Bertaraf Internasional

banner 468x60

JAKARTA, RotaryIndonesia.com – Dedikasi, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap kemanusiaan telah mengantarkan Eva Kurniaty menjadi salah satu figur Rotary paling berpengaruh yang pernah dimiliki Indonesia. Perjalanan panjangnya di Rotary bukan sekadar kisah tentang jabatan, melainkan bukti nyata bagaimana kepemimpinan mampu menghadirkan perubahan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Eva dipercaya memimpin perusahaan keluarga yang bergerak di bidang pelayaran dan logistik sebagai Chief Executive Officer (CEO). Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha, ia memutuskan bergabung dengan Rotary pada 2005 sekaligus dipercaya sebagai Charter President klub yang baru berdiri.

Komitmennya terhadap gerakan kemanusiaan semakin menguat ketika Indonesia dilanda gempa bumi dahsyat di Yogyakarta pada 2006 yang merenggut lebih dari 5.700 jiwa. Dalam misi tanggap darurat tersebut, Eva mendapat tanggung jawab mengoordinasikan proses impor ShelterBox dari Inggris ke Indonesia agar bantuan darurat dapat segera diterima para penyintas.

Pengalaman tersebut menjadi titik balik yang semakin mengukuhkan dedikasinya terhadap pelayanan kemanusiaan. Berkat kontribusi dan kepemimpinannya, pada 2007 ia dipercaya menjabat sebagai Chair ShelterBox Affiliate Indonesia, memperluas kolaborasi bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Transformasi terbesar dalam perjalanan pengabdiannya terjadi saat mengemban amanah sebagai District Governor Rotary. Ketika melakukan kunjungan ke sebuah desa pesisir di Kabupaten Cilacap pada 2013, Eva menemukan kenyataan pahit yang dialami masyarakat setempat. Warga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan kehilangan mata pencaharian setelah laguna yang selama ini menjadi sumber kehidupan berubah menjadi rawa yang mengering dan menjadi sarang nyamuk penyebab malaria.

Melihat kondisi tersebut, Eva tidak berhenti pada kunjungan seremonial. Ia menggagas sebuah proyek Global Grant Rotary yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui proyek tersebut, kawasan rawa berhasil ditata dan diubah menjadi lahan pertanian produktif yang mampu menghidupkan kembali perekonomian desa.

Program tersebut menghasilkan perubahan yang luar biasa. Pendapatan masyarakat meningkat secara signifikan, kualitas hidup keluarga menjadi lebih baik, bahkan banyak anak-anak dari desa tersebut kini mampu mengenyam pendidikan hingga ke luar negeri. Kesuksesan itu kemudian menjadi model pembangunan berkelanjutan yang direplikasi di empat desa lainnya melalui empat proyek Global Grant tambahan.

Secara keseluruhan, lima proyek pemberdayaan ekonomi tersebut telah menghasilkan nilai manfaat ekonomi yang diperkirakan melampaui 60 juta dolar Amerika Serikat. Dampak besarnya mendapat perhatian dunia hingga diangkat oleh Rotary International melalui RI Voices Blog dan akun Instagram resminya sebagai contoh keberhasilan proyek berbasis komunitas.

Komitmen Eva terus berlanjut dengan menginisiasi proyek Global Grant keenam berupa pembangunan fasilitas penggilingan padi modern. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil panen, memperbesar nilai jual beras, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Kontribusinya dalam pembangunan masyarakat juga meluas ke Provinsi Lampung. Di wilayah tersebut, Eva memimpin sedikitnya tujuh proyek Global Grant yang mencakup berbagai sektor pembangunan masyarakat, termasuk dua proyek irigasi yang menjadi fondasi peningkatan produktivitas pertanian.

Salah satu proyek irigasi tersebut mampu menghasilkan nilai ekonomi hingga sekitar 7 juta dolar Amerika Serikat setiap tahun melalui peningkatan hasil pertanian masyarakat. Sementara proyek irigasi kedua baru saja memperoleh persetujuan pendanaan sebesar 193 ribu dolar Amerika Serikat untuk memperluas manfaat bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Besarnya dampak sosial dan ekonomi dari berbagai program tersebut menarik perhatian media nasional. CNN Indonesia meliput langsung proyek pemberdayaan masyarakat di Lampung pada Mei 2026, kemudian melanjutkan peliputan terhadap keberhasilan proyek transformasi ekonomi masyarakat di Cilacap pada Juli 2026.

Di tingkat internasional, Eva juga mencatatkan sejarah sebagai Rotarian Indonesia pertama yang dipercaya menduduki posisi Regional Zone Leader pada 2015 melalui penugasannya sebagai Rotary Membership Coordinator (RMC). Amanah tersebut menjadi tonggak penting bagi keterlibatan Indonesia dalam kepemimpinan Rotary di kawasan Asia Pasifik.

Karier kepemimpinannya terus berkembang ketika dipercaya sebagai Rotary Public Image Coordinator (RPIC) pada 2022. Saat ini, Eva mengemban tugas sebagai Endowment Major Gift Advisor serta menjalani periode keduanya sebagai The Rotary Foundation Major Gift Initiative Advisor untuk bidang Community Economic Development, berperan dalam memperkuat pengembangan program ekonomi masyarakat di berbagai negara.

Dedikasi Eva di dunia bisnis maupun pengabdian sosial juga mendapat berbagai penghargaan bergengsi. Ia menerima penghargaan Ernst & Young Entrepreneurial Winning Woman, Asia Pacific Most Outstanding Entrepreneurship, Asia Pacific Most Outstanding Social Entrepreneurship, serta Most Gracious Woman Award dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Selama lebih dari dua dekade mengabdi di Rotary, Eva Kurniaty membuktikan bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya diukur dari posisi yang diraih, melainkan dari seberapa besar manfaat yang mampu diwariskan bagi masyarakat. Melalui berbagai proyek kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan, ia telah menghadirkan perubahan nyata yang tidak hanya mengangkat kesejahteraan ribuan keluarga di Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi komunitas Rotary di tingkat dunia.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60