Saat itu, 1986, usia saya 34 tahun. Saya berdiri di ambang pintu Rotary bukan sebagai CEO dengan segudang capaian, tapi sebagai seorang guru sederhana yang membawa satu tekad sederhana: Kemantapan hati menemukan teman yang seirama.
Saat itu, 1986, usia saya 34 tahun. Saya berdiri di ambang pintu Rotary bukan sebagai CEO dengan segudang capaian, tapi sebagai seorang guru sederhana yang membawa satu tekad sederhana: Kemantapan hati menemukan teman yang seirama.
Berita Terkait
Headlines
Tag: Pengabdian Sosial
ROTARY SPIRIT: Setiap Rotarian Adalah Napas Perubahan Dunia
“Setiap Rotarian bukan sekadar anggota, melainkan napas perubahan yang menyatukan perbedaan menjadi kekuatan kemanusiaan.”
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.





