Jakarta, RotaryIndonesia.com — Peresmian Rotary Corner di Gedung Samudera Kirana tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga diisi dengan kegiatan edukatif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sebelum prosesi peresmian dimulai, kegiatan tersebut diawali dengan seminar kesehatan serta pelatihan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) atau yang dikenal di Indonesia sebagai Resusitasi Jantung Paru (RJP).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Rotary International District 3410 dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penanganan darurat medis, khususnya pada kasus henti jantung yang membutuhkan respons cepat dan tepat.
Edukasi Kesehatan untuk Semua Kalangan
Dalam suasana penuh keakraban, para pengurus Rotary menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian di bidang kesehatan. Hadir pula sejumlah tokoh Rotary lintas generasi, termasuk para past president dan anggota senior yang tetap aktif memberikan inspirasi.
Presiden Rotary Club Jakarta Thamrin, Lanny Florentina, menegaskan bahwa Rotary tidak hanya berfokus pada kegiatan sosial, tetapi juga berupaya memberikan dampak nyata melalui edukasi yang aplikatif.
“Rotary hadir untuk memberi manfaat. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap orang memiliki kemampuan dasar untuk menyelamatkan nyawa,” ujarnya.
Pelatihan RJP: Keterampilan Penyelamat Nyawa
Sesi utama diisi oleh dokter spesialis jantung, dr. Mardlatillah, yang memberikan pemaparan komprehensif mengenai deteksi dini penyakit jantung serta langkah penanganan darurat.
Ia menekankan pentingnya early detection atau deteksi dini terhadap faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.
“Banyak kasus serangan jantung dapat dicegah jika faktor risikonya dikendalikan sejak awal. Pemeriksaan rutin dan gaya hidup sehat menjadi kunci utama,” jelasnya.
Dalam pelatihan RJP, peserta diajarkan langkah-langkah dasar penyelamatan, mulai dari mengenali tanda henti jantung, memanggil bantuan medis, hingga melakukan kompresi dada dengan teknik yang benar.
Konsep Resusitasi Jantung Paru dijelaskan secara sederhana agar dapat dipahami oleh masyarakat umum:
• Pastikan kondisi korban dan cek respons
• Segera hubungi layanan darurat atau rumah sakit terdekat
• Lakukan kompresi dada di bagian tengah dengan kecepatan sekitar 100–120 kali per menit
• Kombinasikan dengan bantuan napas (30:2) hingga bantuan datang
Dokter juga menyoroti pentingnya golden period atau lima menit pertama setelah henti jantung. Penanganan cepat dalam periode ini dapat menentukan keselamatan dan kualitas hidup pasien.
Tekanan Darah dan Mitos Kesehatan
Dalam sesi tanya jawab, peserta juga mendapatkan pemahaman terkait tekanan darah dan penggunaan obat jangka panjang. Dijelaskan bahwa tekanan darah di atas 140/90 mmHg sudah termasuk kategori hipertensi dan perlu penanganan serius.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat, dr. Mardlatillah meluruskan mitos yang beredar.
“Obat hipertensi bukan merusak ginjal, justru melindungi organ dari kerusakan akibat tekanan darah tinggi. Yang berbahaya adalah jika hipertensi tidak terkontrol,” tegasnya.
Kampanye Hidup Sehat dan Kepedulian Sosial
Selain pelatihan medis, kegiatan juga dikemas dengan pendekatan kreatif, seperti pembagian suvenir edukatif berbentuk balon yang mengandung pesan hidup sehat. Filosofi sederhana ini mengingatkan pentingnya menjaga tubuh agar tetap sehat tanpa intervensi medis berat.
Rotary juga membuka layanan mini medical check-up bagi peserta, serta menghadirkan stan produk kesehatan sebagai bagian dari edukasi preventif.
Komitmen Rotary untuk Kemanusiaan
Kegiatan ini menegaskan bahwa Rotary bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan kemanusiaan yang konsisten menghadirkan solusi nyata. Melalui edukasi kesehatan dan pelatihan penyelamatan nyawa, Rotary berharap masyarakat semakin siap menghadapi kondisi darurat.
Peresmian Rotary Corner di Samudera Kirana Sunter pun menjadi simbol kolaborasi, kepedulian, dan semangat baru untuk terus melayani.
Dengan sinergi lintas generasi dan dukungan berbagai pihak, Rotary International optimistis dapat terus memberikan kontribusi berkelanjutan bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.











