Sanny Suharli Kukuhkan Pengurus Baru Rotary District 3410, Perkuat Aksi Kemanusiaan dan Kolaborasi Global

banner 468x60

JAKARTA, RotaryIndonesia.com – Rotary International District 3410 Indonesia resmi membuka Tahun Bakti 2026–2027 melalui Joint Clubs Installation Night yang berlangsung di Ballroom Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta. Agenda tahunan ini menjadi momentum penting pelantikan jajaran pengurus baru sejumlah Rotary Club sekaligus penegasan komitmen Rotary dalam memperluas aksi kemanusiaan, pembangunan berkelanjutan, dan kolaborasi internasional.

Suasana malam pelantikan berlangsung penuh kehangatan, persaudaraan, dan semangat pelayanan. Hadir dalam kegiatan tersebut District Governor Sanny Suharli, jajaran Past District Governor, para Presiden Rotary Club, perwakilan Rotary dari Malaysia, Singapura, Filipina, serta unsur korps diplomatik dan tamu undangan dari berbagai negara.

Dalam sambutannya, Sanny Suharli menegaskan bahwa Rotary merupakan organisasi global yang menghimpun para pemimpin dari berbagai profesi untuk memberikan pelayanan nyata kepada masyarakat.

Menurutnya, pergantian kepemimpinan bukan sekadar seremonial organisasi, melainkan awal lahirnya gagasan baru, kolaborasi yang semakin luas, dan proyek-proyek kemanusiaan yang memberikan dampak berkelanjutan.

“Kepemimpinan adalah kesempatan untuk melayani lebih banyak masyarakat. Melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat kebersamaan, Rotary District 3410 akan terus memperluas pengabdian di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, penyediaan air bersih, pemberdayaan ekonomi, hingga ketahanan pangan,” ujarnya.

Sanny Suharli kukuhkan pengurus baru Rotary District 3410 Indonesia 2026–2027, perkuat aksi kemanusiaan, Global Grant, dan kolaborasi.



Komitmen tersebut tercermin melalui berbagai proyek Global Grant Rotary yang dipresentasikan oleh Past District Governor Eva Kurniaty.

Eva memaparkan bagaimana Rotary berhasil mentransformasi kawasan yang sebelumnya tidak produktif menjadi sentra pertanian modern yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, sebelum program dijalankan, sebagian besar warga hidup dalam keterbatasan dengan kondisi permukiman yang memprihatinkan. Melalui dukungan Rotary Foundation dan kolaborasi berbagai Rotary Club, kawasan tersebut berhasil dibangun menjadi lahan pertanian produktif lengkap dengan jaringan irigasi modern.

Menurut Eva, perubahan tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Dulu masyarakat hidup dalam keterbatasan. Kini mereka mampu meningkatkan taraf hidup keluarga, bahkan menyekolahkan anak-anak hingga ke luar negeri, termasuk ke Taiwan,” ungkapnya.

Rotary juga membangun Rice Mill atau penggilingan padi modern agar petani tidak lagi mengeringkan gabah secara tradisional. Fasilitas tersebut meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus nilai jual beras sehingga pendapatan petani meningkat secara signifikan.

Salah satu proyek yang mendapat perhatian luas berada di Lampung. Lahan yang sebelumnya menjadi kawasan pembuangan sampah berhasil diubah menjadi hamparan sawah produktif melalui pembangunan sistem irigasi terpadu.

Sebanyak 700 hektare lahan berhasil dipulihkan menjadi kawasan pertanian yang produktif. Sementara proyek Global Grant sebelumnya mampu merehabilitasi sekitar 7.000 hektare lahan dengan nilai manfaat ekonomi yang diperkirakan mencapai US$15 juta.

Eva menjelaskan bahwa setiap hektare mampu menghasilkan sekitar enam ton gabah. Dengan tiga kali masa panen setiap tahun, nilai ekonomi yang dihasilkan mencapai sekitar Rp161 miliar atau setara US$80 juta per tahun.

“Ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa investasi kemanusiaan mampu menciptakan perubahan nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.

Selain membangun jaringan irigasi dan fasilitas penggilingan padi, Rotary turut meningkatkan sarana perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat.

“Rotary adalah People of Action. Kami hadir bukan hanya memberikan bantuan, tetapi menghadirkan solusi yang mampu mengubah kehidupan masyarakat,” tegas Eva.

Keberhasilan proyek Global Grant di Indonesia juga mendapat perhatian dunia internasional. Eva mengungkapkan bahwa tim CNN datang langsung ke Lampung untuk mendokumentasikan transformasi kawasan pertanian yang dibangun Rotary.

Liputan tersebut dijadwalkan tayang di jaringan televisi nasional maupun internasional sebagai contoh keberhasilan pembangunan berbasis kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan bahwa Rotary Foundation setiap tahun menyalurkan dana hibah kemanusiaan bagi Indonesia senilai sekitar US$2–3 juta.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program strategis di bidang kesehatan, pendidikan, penyediaan air bersih, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pencegahan penyakit, pelestarian lingkungan, hingga pembangunan pertanian berkelanjutan.

Perwakilan Kedutaan Besar Filipina di Indonesia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus Rotary Club yang baru dilantik.

Ia berharap hubungan persahabatan antara masyarakat Filipina dan Indonesia semakin erat melalui berbagai program kemanusiaan Rotary yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kerja sama antarbangsa.

Kenny: Saatnya Hadirkan Proyek yang Memberikan Lasting Impact

Kenny menilai Joint Clubs Installation Night menjadi momentum penting dalam estafet kepemimpinan Rotary sekaligus memperkuat jejaring persahabatan internasional.

Ia mengaku bangga melihat antusiasme peserta yang datang dari berbagai negara.

“Hari ini kita melaksanakan Rotary Board Change Over, yaitu serah terima kepemimpinan dari presiden lama kepada presiden baru. Saya sangat senang karena acara ini dihadiri sahabat Rotary dari Malaysia, Singapura, Filipina, dan berbagai Rotary Club di Indonesia. Ini menunjukkan kuatnya persaudaraan dalam keluarga besar Rotary,” ujar Kenny.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Kenny berfoto bersama para Presiden Rotary Club yang baru dilantik pada rangkaian Joint Clubs Installation Night Rotary International District 3410 Indonesia periode 2026–2027 di Hotel Aryaduta, Jakarta.


Menurutnya, presentasi berbagai capaian program selama Tahun Bakti 2025 menjadi inspirasi untuk melahirkan proyek-proyek yang lebih besar pada periode 2026–2027.

“Kami melihat kembali apa yang telah dilakukan sepanjang tahun lalu dan berbagai program yang sedang berjalan. Hal itu membuat kami semakin optimistis menyambut kepemimpinan baru,” katanya.

Kenny berharap seluruh presiden Rotary Club yang baru dilantik mampu menghadirkan impactful projects yang memberikan lasting impact bagi masyarakat.

“Harapan saya, setiap Rotary Club mampu menghadirkan proyek-proyek yang benar-benar berdampak, baik melalui kolaborasi maupun inisiatif masing-masing. Dampaknya tidak hanya dirasakan di Indonesia, tetapi juga memberi manfaat bagi kawasan regional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Rotary memiliki hubungan kerja sama yang erat dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam berbagai agenda kemanusiaan sehingga peluang menghadirkan perubahan berskala global semakin terbuka.

Pelantikan pengurus baru menandai dimulainya Tahun Bakti Rotary 2026–2027 dengan optimisme yang tinggi.

Rotary District 3410 berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas negara, memperluas program Global Grant, meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan, serta menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Berlandaskan semangat Service Above Self dan filosofi People of Action, Rotary District 3410 optimistis terus menjadi bagian dari solusi dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

Rangkaian acara ditutup dengan suasana penuh keakraban ketika seluruh peserta berdiri bersama menyanyikan lagu legendaris “We Are the Champions”, menjadi simbol persatuan, persahabatan, dan semangat baru untuk mengawali perjalanan pelayanan Rotary sepanjang Tahun Bakti 2026–2027.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60