BOGOR, RotaryIndonesia.com – Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kadusewu kelas jauh di Kampung Cijantur, Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini berangsur membaik. Dalam empat tahun terakhir, sekolah yang berada di wilayah terpencil tersebut mengalami peningkatan fasilitas yang signifikan.
Ruang kelas yang sebelumnya dalam kondisi rusak dan terbatas kini telah direnovasi menjadi lebih layak digunakan. Selain itu, berbagai sarana penunjang kegiatan belajar mengajar seperti meja, kursi, papan tulis, hingga rak buku juga telah tersedia.
Perbaikan fasilitas ini tidak terlepas dari kontribusi Rotary Club Jakarta Menteng yang secara bertahap memberikan bantuan sejak 2022.
Past President Rotary Club Jakarta Menteng, Jono Effendi, mengatakan, program bantuan diawali dengan renovasi dua ruang kelas yang sebelumnya tidak layak pakai.
“Perbaikan ini menjadi langkah awal untuk mendukung akses pendidikan yang lebih baik bagi siswa di daerah ini,” ujar Jono dalam keterangannya.
Menurut dia, dukungan yang diberikan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup penyediaan fasilitas pendukung agar proses belajar mengajar berjalan lebih optimal.
Rotary Club Jakarta Menteng juga melengkapi sekolah dengan berbagai mebeler serta koleksi buku bacaan guna meningkatkan minat literasi siswa.
Selain itu, fasilitas sanitasi berupa sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK) turut dibangun untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat.
Tak hanya untuk siswa, dukungan juga diberikan kepada tenaga pendidik melalui pembangunan ruang kantor yang difungsikan sebagai ruang administrasi dan tempat istirahat guru.
Pada Sabtu (18/4/2026), Rotary Club Jakarta Menteng kembali meresmikan dua ruang kelas baru yang menambah kapasitas belajar di sekolah tersebut. Peresmian dilakukan oleh Presiden Rotary Club Jakarta Menteng, Nana Lim.
Jono menekankan pentingnya peran bersama antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun.
“Kami berharap fasilitas ini dapat dirawat dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” kata dia.
Ia menambahkan, keberlanjutan program sangat bergantung pada rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam memelihara sarana pendidikan yang telah tersedia.












