Rotary–PBB 80 Tahun: Dunia Didesak Bersatu Hadapi Krisis

banner 468x60

San Francisco — Peringatan 80 tahun penandatanganan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi alarm keras bagi dunia. Rotary International bersama PBB menegaskan kembali komitmen solidaritas global di tengah konflik, krisis iklim, dan ketimpangan yang kian mengkhawatirkan.

Presiden Rotary International Francesco Arezzo mengingatkan, Rotary telah berdiri di garis depan sejak awal berdirinya PBB. Di tengah puing Perang Dunia II, Rotary menjadi salah satu organisasi yang berani menawarkan harapan, gagasan, dan jembatan kepercayaan lintas negara.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Sejarah mencatat, anggota Rotary hadir sebagai pengamat resmi Konferensi Piagam PBB 1945. Mereka terlibat aktif menyusun agenda, merumuskan resolusi, hingga memediasi perbedaan antar delegasi—kontribusi nyata yang kerap luput dari sorotan publik.

Namun, tantangan global kini jauh lebih kompleks. Wakil Sekjen PBB Melissa Fleming menegaskan, konflik bersenjata, ketimpangan sosial, teknologi yang tak terkendali, dan krisis iklim tidak bisa diselesaikan sendiri oleh satu negara. Aksi kolektif dinilai menjadi kunci yang tak bisa ditunda.

Dari Rotary, peringatan keras juga disuarakan. Dekan Jaringan Perwakilan Rotary Cyril Noirtin menyebut multilateralisme sedang terancam oleh ketegangan politik, minimnya pendanaan, dan melemahnya komitmen global tepat saat kerja sama dunia paling dibutuhkan.

Meski demikian, harapan masih menyala. Data PBB menunjukkan kemajuan nyata: lebih banyak anak perempuan bersekolah, penurunan HIV, turunnya angka kematian ibu dan anak, serta miliaran manusia keluar dari kemiskinan ekstrem sejak 1990.

Menutup peringatan, Rotary dan PBB sepakat menatap masa depan dengan tekad yang sama seperti 80 tahun lalu: membangun perdamaian bukan hanya lewat perjanjian, tetapi melalui kerja nyata, keberanian, dan pilihan untuk bersatu daripada terpecah.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60