Rotary Membership:Bangkit or Mati? Panggilan Revolusi Membership!

banner 468x60

KITA masih menyebut club kita sebuah ‘klub’?

Lihat sekeliling ruang pertemuan mingguan kita!
▪ Wajah2 sama. Topik percakapan sama. Ritual Rotary telah membatu jadi fosil.
▪ Nafas club makin sesak. Dan kita semua tahu, ini bukan lagi club yang hidup. Ini menjelang jadi museum untuk kunjungan nostalgia.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Rotary Club kita stagnan bukan karena dunia berubah jadi gen-Z. Ia stagnan karena kita milih mati pelan2 dengan nyaman daripada hidup dengan wajah2 baru.

Kita takut pada wajah2 muda yang penuh gairah.
Kita takut pada wajah2 belia yang gesit dan salah gerak.

Kita selalu mengeluh: penuaan anggota, minimnya partisipasi, gairah yang memudar. Tapi …. Tatap cermin:
Masalahnya bukan ‘mereka’ tak bergabung!

Masalahnya:
Kita takut mengundang mereka dengan cara mereka.
▪ Kita tawarkan warisan gemilang Rotary, tapi terperangkap dalam format yang sudah membusuk.
▪ Kita jual mimpi pelayanan global tapi pertemuannya seperti rapat Rotary tahun 1905.

Ini bukan lagi soal merekrut ‘anggota baru’. Ini soal merekrut masa depan, Generasi Muda yang menolak menunggu kita, yang sudah menua, lansia, dan lamban gerak.

Generasi baru: para inovator, pengusaha muda, kreator digital, Youtuber, influencer mereka-mereka yang lapar untuk membuat perbedaan.

“Mereka punya energi yang bisa menghidupkan kembali proyek Rotary, teknologi yang bisa memperbesar dampak Rotary, dan perspektif yang bisa memecahkan masalah lama Rotary dengan cara baru.”

Tapi mereka tak akan datang mengetuk pintu ballroom hotel bintang 5 tempat kita kumpul. Mereka tak cari tempat duduk di meja panjang kokoh dengan linen kuno: Mereka ingin meja baru, co-working space, Coffee and Eatery.

Mungkin lho, hanya mungkin, ( Tapi yang jelas, masalah bukan pada calon anggota Rotary Club kita.):
▪ Mungkin masalah ada pada model keanggotaan yang kaku yang mengharuskan empat kali hadir baru bisa dilantik jadi anggota.
▪ Mungkin ada pada aturan kehadiran sempurna seminggu atau dua minggu sekali, absen, dilaporkan ke RI, selama 100 tahun ini.
▪ Mungkin ada pada kepemimpinan yang berputar pada yang itu-itu saja, yang menyamakan pengalaman lamanya dengan visi sekarang: ‘Dahulu … Dulu .. Waktu saya ……”
▪ Mungkin ada ketakutan suara baru akan merubah Rotary jadi sesuatu yang tak lagi kita kenali, atau beda dari Rotary yang kita alami dulu.

Berita buruknya: Itu harus berubah!
Berita baiknya: Perubahan bisa dimulai dengan: “BERANI”

BERANI:
▪ Hentikan ritual perekrutan kuno yang sudah mati. Tak ada lagi sekadar kirim surat undangan formal. Jadilah manusia: Datangi, tanyakan pada orang-orang menarik yang kita kenal: “Kami ingin buat perubahan di bidang ini. Maukah kamu bantu kami merancang caranya?”
▪ Tawarkan pengalaman, bukan sekadar keanggotaan. Undang mereka buat satu proyek dahulu, bukan untuk langsung berkomitmen seumur hidup.
▪ Bongkar hierarki. Berikan kursi di meja keputusan dan kepemimpinan pada anggota baru dalam enam bulan pertama, bukan menunggu enam tahun.
▪ Bertemu di tempat generasi muda berada: coworking space, kafe, tempat komunitas dan bicarakan masa depan, bukan hanya warisan, dulu, dahulu, saat itu masa itu ……. ( yang sudah tinggal kenangan indah ).

Pilihan kita itu sederhana tapi mengerikan:
▪ Terus mau jadi penjaga museum tua, mengawasi koleksi yang makin tipis, akhirnya mati atau jadi zombie?
▪ Atau jadi arsitek taman bermain, ruang di mana ide-ide baru bertabrakan, kegagalan dicoba tanpa takut, dan dampak sesungguhnya tercipta?

Rotary yang kita cintai itu tak akan mati karena banyak darah baru. Ia baru akan mati karena anemia: kurang darah baru sama sekali.

Jadi????????

Bukalah pintu selebar-lebarnya! Jangan hanya pintu pertemuan mingguan yang kaku. Buka pintu imajinasi, pintu kepemimpinan, dan pintu kesempatan Rotarian muda beraksi.

Undang orang yang mungkin membuat kita sedikit tak nyaman:
▪ Yang sering tanya ‘mengapa?’ daripada tanya ‘bagaimana dahulu?’
▪ Yang bisa melihat masalah yang tak kita lihat, bukan hanya dipaksa mengikuti yang dulu kita lihat dan alami.

Satu-satunya hal yang lebih bahaya daripada ketakutan datangnya anggota baru yang mungkin bisa mengacaukan segala kenyamanan kita anggota lama, adalah tidak ada anggota baru sama sekali dan segalanya perlahan-lahan, diam-diam, tapi pasti, Rotary Club kita akan jadi zombie dan mati.

Jadi ???

Kini waktu telah habis untuk bertanya “apakah kita harus merekrut?”.
Pertanyaan sekarang adalah: “Bisakah kita menyebut diri kita Rotarian yang relevan jika kita tak merekrut?”

Pilih revolusi. Atau siapkan obituari!

Salam Rotary!***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60