ACEH SELATAN, Radarjakarta.id – Kepedulian terhadap akses air bersih terus diwujudkan Rotary Indonesia bersama Lantip Indonesia. Melalui program kemanusiaan berkelanjutan, kedua lembaga ini menyalurkan bantuan pembuatan sumur pompa bagi pesantren dan masyarakat di Aceh, dengan dukungan penuh Polda Aceh.
Salah satu bantuan yang telah selesai dibangun dan kini berfungsi berada di Pesantren Rahmatul Ibad, Desa Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan.
Sumur dengan kedalaman 20 meter tersebut kini dimanfaatkan langsung oleh santri dan masyarakat sekitar.
Pengurus Pesantren Rahmatul Ibad, Abah Basyirun, menjadi penerima manfaat langsung dari program air bersih ini. Kehadiran sumur pompa dinilai sangat membantu kebutuhan sehari-hari pesantren, terutama untuk air minum, sanitasi, dan aktivitas ibadah.
Pimpinan Pondok Pesantren Rahmatul Ibad, Abah Basyirun, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan sumur pompa tersebut.
“Alhamdulillah, dengan adanya sumur pompa ini, kebutuhan air bersih di pondok pesantren kami kini sangat terbantu. Air ini sangat bermanfaat bagi para santri untuk keperluan sehari-hari, mulai dari wudhu, kebersihan, hingga aktivitas belajar,” ujar Abah Basyirun.
Ia juga menyampaikan doa dan apresiasi mendalam kepada Rotary Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Rotary Indonesia dan para dermawan yang telah berjasa membantu pondok pesantren kami. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan ini dengan pahala yang berlipat, keberkahan rezeki, dan kesehatan bagi seluruh keluarga besar Rotary Indonesia,” tutupnya.
Perwakilan Rotary Indonesia di Aceh, PDG Sumantoro Radjiman di Dampingi PDG Sujatmiko menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen para Fellow Rotarian yang dananya disalurkan langsung kepada penerima manfaat.
Di Jakarta DG 3410 Sanny Suharli mengungkapkan bahwa para korban bencana banjir di Aceh dan Sumatra saat ini sangat membutuhkan air bersih.
“Sebagian sumbangan Fellow Rotarian telah kami laksanakan langsung kepada masyarakat terdampak. Sebagian lainnya kami alokasikan khusus untuk pengadaan air bersih dan pembuatan sumur. Ini adalah kebutuhan mendasar dan sangat krusial,” ujar Sanny.
Ia menambahkan, dari 40 sumur pompa yang dijanjikan, hingga kini 7 sumur telah diserahkan pembiayaannya kepada panitia pengadaan sumur pompa Polda Aceh. Salah satunya telah rampung dan berfungsi di Pesantren Rahmatul Ibad.
Kolaborasi antara organisasi sosial dan kepolisian ini menjadi contoh nyata sinergi lintas sektor dalam menjawab persoalan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah yang masih terbatas akses air bersihnya.
Program ini diharapkan terus berlanjut hingga seluruh sumur yang direncanakan dapat terealisasi, sehingga semakin banyak pesantren dan warga Aceh yang merasakan manfaatnya.***












