RotaryIndonesia.com – Kita harus mulai menyadari,Hidup ini adalah sementara! Bahwa hidup ini sebenarnya bukan milik kita.
Kelahiran diberikan oleh orang lain, nama diberikan oleh orang lain, penghasilan diberikan oleh orang lain, penghormatan diberikan oleh orang lain, bahkan mandi pertama dan mandi terakhir kita pun akan dilakukan oleh orang lain.
Setelah kematian, harta benda, pakaian, barang-barang berharga, bahkan sesuatu yang paling kita cintai akan diambil dan dibagi oleh orang lain.
Pemakaman akan diurus oleh orang lain, doa-doa terakhir akan dipanjatkan oleh orang lain, liang kubur digali oleh orang lain, dan air mata yang jatuh pun berasal dari orang lain. Pada akhirnya, kita akan menyadari bahwa segala sesuatu yang pernah kita sebut milik kita sebenarnya adalah milik orang-orang di sekitar kita.
Namun tetap saja, selama hidup yang singkat ini, kita sering bertengkar, berdebat, dan membawa ego, kesombongan, serta kebencian yang tidak perlu.
Kita menghabiskan energi untuk membuktikan bahwa kita lebih baik, lebih kaya, atau lebih berkuasa dari orang lain, sambil melupakan bahwa hidup ini sementara, dan tidak ada yang benar-benar kita miliki. Karena itu, marilah kita belajar hidup dengan rendah hati, mencintai dengan sepenuh hati, dan memaafkan dengan tulus. Marilah kita berdamai dengan sesama dan dengan diri kita sendiri.
Hidup terlalu singkat untuk memelihara amarah, kecemburuan, dan ego.
Hiduplah sederhana, cintailah dengan murah hati, dan tinggalkan kebaikan yang akan dikenang orang lain lama setelah kita tiada
Renungan ini dibacakan oleh Almira Peter F Gontha di tulis ulang PDG Sam







