SEMARANG — Suasana haru, hangat, dan penuh cinta menyelimuti Sekretariat Kinasih Keluarga Inklusi di Jalan Mataram, Semarang. Dalam satu momentum istimewa, Hari Ibu dirangkai dengan Perayaan Natal, menghadirkan kebahagiaan sederhana namun bermakna besar bagi keluarga inklusi dan anak-anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan yang digelar bersama Rotary Club of Semarang Tanjung Emas ini dihadiri keluarga inklusi, para relawan, serta anak-anak istimewa yang menjadi pusat perhatian dan cinta dalam perayaan tersebut. Meski berlangsung sederhana, acara ini memancarkan pesan kuat tentang kemanusiaan, empati, dan kesetaraan.
Rangkaian acara diisi dengan doa bersama, nyanyian Natal, hingga momen paling ditunggu: kedatangan Sinterklas yang membagikan hadiah kepada anak-anak. Senyum dan tawa polos anak-anak menjadi bukti bahwa kebahagiaan sejati lahir dari kepedulian yang tulus.
Tokoh Kinasih Keluarga Inklusi, Oma Hertin, menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu bukan sekadar seremoni, melainkan ruang refleksi mendalam tentang peran ibu dan pendamping dalam keluarga inklusi.
“Di balik setiap anak istimewa, ada ibu dan pendamping yang luar biasa penuh kesabaran, kasih tanpa batas, dan pengorbanan yang tak terlihat,” ungkapnya penuh haru.
Sementara itu, Presiden Rotary Club of Semarang Tanjung Emas, Sugeng Eko Saputro, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen Rotary terhadap nilai kemanusiaan dan inklusi sosial.
“Rotary percaya setiap keluarga memiliki martabat yang sama. Kami ingin hadir, mendengarkan, dan berjalan bersama keluarga inklusi, terutama para ibu yang menjadi pilar utama,” ujarnya.
Sugeng menambahkan, Rotary akan terus mendukung kegiatan sosial yang memperkuat solidaritas, kepedulian, dan inklusivitas di tengah masyarakat.
Perayaan ini bukan hanya menghadirkan sukacita Natal, tetapi juga mempererat ikatan kebersamaan antara komunitas inklusi, relawan, dan masyarakat luas menjadi pengingat bahwa cinta, perhatian, dan kepedulian adalah bahasa universal yang mampu menyatukan semua perbedaan.***








