Dua Pekan Terisolasi, Penyintas Banjir Aceh Tamiang Akhirnya Nikmati Makanan Panas Berkat Aksi Rotary

banner 468x60

TAMIANG – Aceh Tamiang akhirnya merasakan secercah harapan setelah lebih dari dua pekan terjebak dalam krisis pangan akibat banjir bandang. Di tengah akses yang lumpuh dan cuaca ekstrem yang tak kunjung reda, Rotary Indonesia melalui Rotary Disaster Relief District 3410 Jakarta turun langsung menyalurkan 1.000 porsi makanan hangat kepada warga penyintas, Sabtu (13/12/2025).

Bagi masyarakat terdampak, bantuan ini bukan sekadar makan siang. Ini adalah hidangan panas pertama yang mereka rasakan setelah berminggu-minggu bertahan hidup dengan mi instan dan nasi seadanya sejak hujan deras melanda wilayah tersebut pada akhir November lalu. Makanan kaya protein itu langsung disambut haru, bahkan menjadi simbol kembalinya harapan yang nyaris padam.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Distribusi dilakukan melalui dapur darurat yang berdiri di kawasan Ayam Penyet Djogya, Kabupaten Aceh Tamiang. Ironisnya, lokasi tersebut juga menjadi korban banjir dan mengalami kerusakan berat. Namun di tengah keterbatasan, pemilik tempat memilih membuka pintu dan menyerahkan dapurnya untuk relawan—sebuah potret nyata solidaritas kemanusiaan di tengah bencana.

Tak hanya mengenyangkan perut, makanan hangat ini menjadi pemulih stamina warga yang melemah akibat kelaparan, dingin, dan tekanan psikologis. Banyak penyintas mengaku baru kembali memiliki tenaga setelah mencicipi makanan siap santap yang layak, sesuatu yang terasa mewah di tengah kondisi darurat.

Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari misi terpadu Rotary Indonesia yang berkolaborasi dengan Do Good International serta sejumlah mitra lokal dan internasional. Rotary Disaster Relief District 3410 Jakarta, yang diwakili Kenny Kusumo, berperan aktif dalam pengiriman logistik, pengelolaan dapur darurat, hingga mobilisasi relawan di lapangan.

Tak berhenti pada bantuan pangan, misi ini juga menyentuh aspek kesehatan. Tim medis dari Medan yang dipimpin dr Hansen dan dr Corin melakukan pemeriksaan terhadap puluhan warga yang mengalami dehidrasi, kelelahan berat, penyakit kulit, hingga gangguan kesehatan akibat paparan cuaca buruk dan lingkungan berlumpur dalam waktu lama.

Relawan juga mendistribusikan kebutuhan dasar lain seperti pakaian layak pakai, sepatu, tikar tidur, terpal, popok bayi, hingga perlengkapan kebersihan. Anak-anak korban banjir yang mengalami trauma turut mendapat mainan sebagai upaya pemulihan psikososial agar mereka kembali tersenyum di tengah situasi sulit.

Pendiri dan CEO Do Good International, Brian Rock, menegaskan bahwa kolaborasi lintas organisasi dan negara menjadi kunci keberhasilan misi ini. Menurutnya, sinergi yang kuat memungkinkan bantuan tiba lebih cepat dan tepat sasaran pada kebutuhan paling mendesak warga terdampak.

“Ketika kita berhenti fokus pada perbedaan dan mulai mengandalkan kekuatan kemanusiaan, hasilnya bisa menyelamatkan banyak kehidupan,” ujarnya.

Melalui aksi nyata ini, Rotary Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di garis depan saat bencana melanda. Bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menyalakan kembali semangat gotong royong dan solidaritas bagi para penyintas banjir bandang di Aceh Tamiang. ***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60