Surat Terbuka Membership Development, Ungkap Fakta Hukum Rotaract–Rotary

banner 468x60

JAKARTA — Sebuah surat terbuka bertajuk Membership Development mendadak mengguncang dinamika internal Rotary International (RI), khususnya di District 3410 Indonesia. Dokumen tersebut mengupas tuntas dasar hukum keanggotaan Rotary dan Rotaract, sekaligus menyentil keras arah strategi pertumbuhan anggota yang dinilai mulai kabur dari rel konstitusi organisasi.

Dengan merujuk langsung pada Rotary International Constitution, Bylaws, dan Code of Policies, surat ini menegaskan satu fakta krusial yang kerap disalahpahami: anggota Rotary International secara hukum adalah klub, bukan individu, dan Rotaract Club meski sah sebagai anggota RI, tidak bisa dihitung sebagai Rotarian.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Ini bukan soal ego generasi, tapi soal disiplin organisasi,” tulis pengirim surat yang dialamatkan kepada para Club President, Board of Directors, Assistant Governor, District Officer, hingga Past District Governor.

Rotaract Diakui Sah, Tapi Tidak Bisa ‘Menggendong’ Target Rotarian

Surat terbuka tersebut menegaskan bahwa Rotary Club dan Rotaract Club sama-sama anggota resmi RI, namun memiliki identitas, statistik, iuran, dan jalur kepemimpinan yang berbeda.

Dalam konstitusi RI ditegaskan:

Anggota Rotary Club disebut Rotarian

Anggota Rotaract Club disebut Rotaractor

Konsekuensinya, jumlah Rotaractor tidak masuk dalam hitungan resmi Rotarian, baik untuk:

• hak suara distrik

• kuota delegasi

• maupun perhitungan iuran RI

Poin ini menjadi sorotan tajam karena dinilai berpotensi menimbulkan ilusi pencapaian target keanggotaan, jika pertumbuhan Rotaract disamakan dengan pertumbuhan Rotarian.

“One Rotary” Iya, Tapi Jangan Campur Statistik

Surat tersebut juga mengingatkan bahwa semangat One Rotary adalah kolaborasi program dan pelayanan, bukan pengaburan struktur hukum organisasi.

Rotaract memiliki jalur sendiri melalui District Rotaract Representative (DRR), sementara Rotary Club berada langsung di bawah District Governor. Keduanya setara sebagai klub RI, namun tidak identik secara administratif.

Alarm Keras untuk District 3410: Target 1.200 Rotarian

Bagian paling provokatif dari surat ini adalah seruan langsung kepada District 3410. Dengan jumlah 800-an Rotarian, target RI sebesar 1.200 Rotarian dinilai sangat realistis, asalkan fokus diarahkan pada rekrutmen Rotarian baru, bukan sekadar ekspansi Rotaract.

“Poin utama RI D3410 adalah REKRUT, REKRUT, REKRUT minimal 400 Rotarian baru. Dan ini mudah!”

Strateginya sederhana namun menusuk kesadaran kolektif:

Setiap dua Rotarian mengajak satu orang saja

dari keluarga, pasangan, anak, saudara, sahabat, atau partner bisnis

maka target 1.200 Rotarian akan tercapai tanpa drama.

Ajakan Terbuka: Mampukah Rotary Menepati Jati Dirinya?

Surat ini ditutup dengan pertanyaan reflektif yang menggugah:

“Bisakah kita? Kenapa tidak?”

Bagi sebagian pihak, surat ini dianggap tegas dan menyadarkan. Bagi lainnya, dinilai terlalu frontal. Namun satu hal pasti: diskursus tentang keanggotaan, integritas organisasi, dan masa depan Rotary Indonesia kini tak lagi bisa dihindari.

Salam Semangat Rotary.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60