Rotary FoundationArch Klump Society 2026

banner 468x60

Di forum Rotary International Assembly di Orlando, Florida, AS, 13 Januari 2026, ada satu cerita luar biasa.

Ravishankar dan Paola Dakoju, anggota RC Bangalore, Karnataka, India janji menyumbang +- US$50 juta kepada Rotary Foundation. Menurut Ravishankar: “Memberi adalah sebuah kewajiban!”

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dakoju itu Duta Arch Klumph Society, TRF Asia. Dia bilang filantropi adalah tanggung jawab pribadi dan bertekad membagikan kelebihan kekayaan mereka kepada dunia. Katanya : “Apa yang kami punya hanya cukup untuk melayani keluarga kami, tapi apa yang kami sumbangkan akan melayani kemanusiaan sedunia.”

Inilah makna terbesar menyumbang ke TRF: “Melayani kemanusiaan sedunia.”
( Januari 2026, Disarikan dari tulisan: Etelka Lehoczky, Sumber: www.rotary.org )

Mari kita lihat di satu sisi: Zona nyaman! Bisakah kita menjaga ketat dan menyimpan harta kita aman selamanya?

Semua akan berakhir di meja makan kita sendiri: mengenyangkan perut yang sama, memuaskan lidah yang sama, membeli kelezatan yang sama, sisanya membeku dalam angka-angka di rekening bank.

Ini “cinta dalam rumah,” harta yang hanya kenal satu marga, satu keluarga: Pemilik Harta sekeluarga.

​Namun, ada benang tipis antara pemilik harta dan penyalur berkah!

Pernyataan Ravishankar Dakoju membelah cara pandang kita tadi! “Apa yang kami punyai hanya cukup untuk melayani keluarga kami, tapi apa yang kami sumbangkan akan melayani kemanusiaan sedunia.”

Ini lompatan imajinasi moral yang menantang naluri primitif kita dari hanya melindungi diri sendiri menjadi kesadaran bahwa tangan kita mampu menjangkau sudut-sudut dunia yang tak pernah kita kunjungi: dunia yang putus asa, dunia yang nestapa, dunia yang sengsara tanpa harapan.

Di sinilah harta bukan lagi sekadar tumpukan benda, seperti yang pernah Mena, cucu saya bilang: “Popop, why do you keep ‘junks’?”

Di sini harta bertransformasi jadi air bersih, vaksin, obat, makanan, dan peluang bagi mereka yang terpinggirkan, kesempatan bagi mereka yang tak punya harapan.

​Sekarang pertanyaannya kembali pada kita: Apa kita sudah terlalu nyaman dengan kata “cukup untuk keluarga kita? Atau malah belum cukup? Dan tak pernah cukup?”

​Kehidupan mengajarkan harta sejati bukan apa yang kita genggam dengan erat, bukan uang yang kita simpan rapat di bawah bantal. Harta sejati adalah apa yang kita lepaskan dengan ikhlas, kita bagikan dengan rela.

Kita tak perlu nunggu jadi kaya untuk mulai berbagi. Sumbangan satu milyard sama berartinya dengan sumbangan lima ratus ribu.

Beranikah kita percaya bahwa rezeki yang masuk ke tangan kita adalah amanah Tuhan untuk dunia, bukan hanya untuk perut kita?

​Ingat! ​
Dunia tak kekurangan harta yang tersimpan rapi di brankas baja.
Dunia tak kekurangan uang yang tersembunyi di bawah bantal keluarga.

Tapi, dunia butuh manusia yang berani berbagi melampaui batas darah dan keluarga.

Pilihan ada di tangan kita: Ingin harta kita berhenti di bawah bantal kita atau di batas pagar rumah kita atau tembus melanglang langit jadi denyut nadi kemanusiaan?

Pada akhirnya, hidup akan mengembalikan kepada kita lebih dari yang pernah kita bayangkan. Dan saat kita pergi nanti, semuanya tak bisa kita ikut bawa pergi!***

 

Footnote:
Teks ini dikembangkan berdasarkan sumber primer Rotary International (Januari 2026). Proses penulisan dibantu dengan teknologi AI (DeepSeek) untuk penyempurnaan struktur dan diksi, kemudian direvisi, dikembangkan, dan dikontekstualisasikan secara mendalam oleh penulis manusia. Lisensi: CC BY-NC 4.0.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60